Biografi Zinedine Zidane, si Penyerang Asal Perancis

2 Likes comments off
biografi Zinedine Zidane

Zinedine Zidane adalah salah satu pemain sepak bola terkenal di dunia. Banyak sekali penggemar sepak bola yang juga sangat menyukai Zinedine Zidane. Oleh karena itu biografi Zinedine Zidane, si penyerang asal Perancis, layak dibahas.

Bocah keturunan Aljazair itu bermain sepak bola jalanan dengan tujuan pasti. Ia bersama teman-temannya melakukan berbagai eksperimen manuver dan kontrol bola yang berbeda untuk mengalahkan lawan. Di pinggiran Kota Marseille, Perancis itulah, Zinedine Zidane menempa sihir sepak bolanya. “Disanalah saya mempelajari seluruh dasar-dasar yang bisa saya lakukan,” ujar Zidane di kemudian hari.

Awal Karir Zidane

Bakat Zidane pertama kali dilihat oleh mantan pemain profesional Jean Varraud. Ia kemudian bergabung dengan akademi sepak bola Cannes. Saat usianya 17 tahun, Zidane menjalani debut di tim utama Cannes saat melawan Nantes pada 1989.

Pemain kelahiran 23 Juni 1972 ini tidak pernah melupakan awal karirnya itu. Ia masih sering berhubungan dengan keluarga Nicole Elineau yang memberinya tempat menginap selama dii Cote d’Azur.

See also  Biodata Pemain Sepak Bola Internasional Yang Eksis

Karakter Zidane

Biografi Zinedine Zidane dilengkapi dengan karakter Zidane. Ia pernah mengaku sundulan kepala dan kaki kirinya adalah titik terlemah pada permainannya. Namun, titik terlemah itu yang mengantar Perancis menjadi juara dunia pada 1998. Dua gol sundulan Zidane di babak final Piala Dunia 1998 mengawali kemenangan 3-0 Perancis atas juara bertahan Brasil.

Kelemahan Zidane adalah emosinya yang mudah meledak. Sejak masa junior, ia sudah sering dihukum karena tidak mampu mengontrol emosi dalam pertandingan. Kelihaiannya mengontrol bola memaksa lawan melanggarnya dan sering hal itu berujung pada ledakan emosinya.

Karakter temperamental Zidane seperti bom waktu, dan meledak di final Piala Dunia Jerman 2006 melawan Italia. Zidane termakan provokasi bek Italia Marco Materazzi yang berujung kartu merah untuk Zidane. Perancis kalah 3-5 dalam adu penalti setelah bermain 1-1 selama 120 menit.

See also  Pencetak Gol Terbanyak Liga 1 Indonesia

Puncak Karir

Zidane mengikuti langkah Michel Platini untuk mencapai puncak karirnya. Setelah membela Cannes, ia pindah ke Bordeaux pada 1992 dan menuju Juventus, mantan klub Platini, pada 1996. Di Juventus ia menjadi sorotan dunia, mempersembahkan gelar juara Serie A 1997 dan 1998, Piala Dunia Italia 1997, Piala Super Eropa 1996, dan Piala Intercontinental 1996.

Zidane kemudian bergabung dengan Real Madrid. Ia mempersembahkan gelar Liga Champions kesembilan sebelum menyatakan pensiun pada 2006 setelah Piala Dunia Jerman. Dalam pertandingan terakhir bersama Real Madrid di Santiago Bernabeu, sebelum Piala Dunia bergulir, suporter El Real membentangkan spanduk, “Terima kasih atas sihirmu.”

Prestasi dan Pencapaian

Pada 1988-1992 Zidane bergabung bersama AS Cannes, pada 1992-1996 bergabung bersama Bordeaux, pada 1996-2001 bergabung bersama Juventus dan terakhir pada 2001-2006 bersama Real Madrid.

See also  Biografi David Beckham, Pesepakbola Legendaris

Zidane di Tim Nasional Perancis meraih 108 pertandingan dengan 31 gol. Mendapat gelar Pemain Terbaik Dunia (1998, 2000, 2003), piala Bola Emas Piala Dunia (2006) dan Pemain Terbaik Perancis pada 1998.

Prestasi-prestasi Zidane diantaranya adalah Juara Piala Dunia 1998, peringkat kedua Piala Dunia 2006 dan Juara Piala Eropa 2000. Sedangkan, prestasi di klubnya adalah juara Piala Intercontinental (1996, 2002), juara Liga Champions (2002), jur Piala Super Eropa (1996, 2002), juara Serie A Italia (1997), juara Liga Spanyol (2003), juara Piala Super Italia (1997), juara Pala Super Spanyol (2002, 2003) dan juara Piala Intertoto (1995-1999).

Itulah biografi Zinedine Zidane si Penyerang asal Perancis ini, beserta prestasi dan pencapaiannya yang ia dapatkan selama berkiprah di dunia sepak bola. Bahkan seorang pelatihnya bernama Marcelo Lippi pernah berkata, “Dia adalah bakat terbesar di sepak bola yang muncul dalam 20 tahun terakhir. Saya merasa terhormat menjadi pelatihnya.”

You might like

About the Author: Rui